Kapan & Mengapa Perjanjian Asuransi Jiwa Dinyatakan Berakhir?


Kapan & Mengapa Perjanjian Asuransi Jiwa Dinyatakan Berakhir?
Manusia saat ini secara ekonomi dituntut supaya mengadakan persiapan secara matang untuk menghadapi masa-masa yang sulit kalau menimpanya dimasa yang akan datang, praktik asuransi ataupun bisnis pertanggungan yang lain akan memudahkan seseorang untuk menyiapkan dan merencanakan kehidupannya di masa mendatang dan sanggup melindungi kepentingan ekonominya dari sebuah kerugian yang tidak terduga. Suatu pertanyaan penting yang perlu diketahui oleh setiap nasabah ialah kapan dan mengapa perjanjian Asuransi dinyatakan berakhir.


Pertanyaan tersebut mampu dijawab dalam empat poin berikut:


1. lantaran terjadi evenemen


Dalam asuransi jiwa, satu-satunya evenemen yang menjadi beban penanggung ialah meninggalnya tertanggung. Terhadap evenemen inilah diadakan asuransi jiwa antara tertanggung dan penanggung. Apabila dalam jangka waktu yang diperjanjikan terjadi tragedi meninggalnya tertanggung, maka penanggung berkewajiban membayar uang pinjaman kepada penerima yang ditunjuk  oleh tertanggung atau kepada andal warisnya. Sejak penanggung melunasi pembayaran uang proteksi tersebut, semenjak itu pula asuransi jiwa berakhir


Apa sebabnya asuransi jiwa berakhir semenjak pelunasan uang santunan, bukan semenjak meninggalnya  tertanggung (terjadi evenemen). berdasarkan hukum perjanjian, suatu perjanjian yang dibentuk oleh pihak-pihak berakhir apabila prestasi masing-masing pihak telah dipenuhi. Karena asuransi jiwa adalah perjanjian,  maka asuransi jiwa berakhir semenjak penanggung melunasi uang pinjaman sebagai jawaban dan meninggalnya tertanggung. Dengan kata lain, asuransi jiwa berakhir sejak terjadi evenemen yang diikuti dengan pelunasan klaim.


2. lantaran jangka waktu berakhir


Dalam asuransi jiwa tidak selalu evenemen yang menjadi beban penanggung itu terjadi bahkan hingga berakhirnya jangka waktu asuransi. Apabila jangka waktu berlaku asuransi jiwa itu habis tanpa terjadi evenemen, maka beban risiko penanggung berakhir. Akan tetapi, dalam perjanjian ditentukan bahwa penanggung akan mengembalikan sejumlah uang kepada tertanggung apabila samp ai jangka waktu asuransi habis tidak terjadi evenemen. Dengan kata lain, asuransi jiwa berakhir semenjak jangka waktu berlaku asuransi habis diikuti dengan pengembalian sejumlah uang kepada tertanggung


3. lantaran asuransi gugur


Apabila orang yang diasuransikan jiwanya pada dikala diadakan asuransi ternyata sudah meninggal,  maka asuransinya gugur, meskipun tertanggung tidak mengetahui janjkematian tersebut, kecuali bila diperjanjikan lain, maksudnya memberi peluang kepada pihak-pihak untukmemperjanjikan menyimpang dari ketentuan  ini, misalnya asuransi yang diadakan untuk tetap dinyatakan sah asalkan tertanggung betul-betul tidak mengetahui telah meninggalnya itu. Apabila orang yang mengasuransikan jiwanya bunuh diri, atau dijatuhi hukuman mati, maka asuransi jiwa itu gugur.


4. lantaran asuransi dibatalkan


Asuransi jiwa mampu berakhir lantaran peniadaan sebelum jangka waktu berakhir. peniadaan tersebut dapat terjadi lantaran tertanggung tidak melanjutkan pembayaran premi sesuai dengan perjanjian atau lantaran permohonan tertanggung sendiri. Pembatal an asuransi jiwa mampu terjadi sebelum premi mulai dibayar atau pun setelah premi dibayar berdasarkan jangka waktunya. Apabila pembatalan sebelum premi dibayar, tidak ada kasus. Akan tetapi, apabila pembatalan sehabis premi dibayar sekali atau beberapa kali pembayaran (secara bulanan), lantaran asuransi jiwa didasarkan pada perjanjian, maka penyelesaiannya bergantung juga pada kesepakatan pihak-pihak yang dicantumkan dalam polis.


Demikian 4 point yang menjadi tanggapan pertanyaan kapan dan mengapa perjanjian Asuransi dinyatakan berakhir khususnya asuransi jiwa. supaya bermanfaat bagi para pembaca terutama mereka yang menjadi nasabah asuransi.