Faktor Pendukung Perkembangan Asuransi di Indonesia


Faktor Pendukung Perkembangan Asuransi di Indonesia
Sebelum menguraikan beberapa faktor pendukung perkembangan asuransi di Indonesia, patut depahami bahwa perusahaan asuransi merupakan perusahaan nonbank yang mempunyai peranannya tidak jauh berbeda dari bank adalah bergerak dalam bidang layanan jasa yang diberikan kepada masyarakat dalam mengatasi resiko yang akan terjadi di periode yang akan tiba. Di Indonesia kini telah banyak lembaga-lembaga nonbank khususnya lembaga berbasis syariah, akan tetapi meskipun lembaga-lembaga keuangan syariah termasuk asuransi mulai menyebar diberbagai pelosok tanah air banyak masyarakat yang belum mengenal produk-produk asuransi syariah.

Asuransi syariah merupakan usaha saling melindungi dan bahu-membahu diantara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk aset yang menyampaikan rujukan pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui kesepakatan (perikatan) yang sesuai dengan syariah. Di Indonesia lembaga syariah kini berkembang dengan sangat pesat baik itu asuransi ataupun perbankan dan usaha lainnya yang berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Tentunya ini dipengaruhi oleh faktor-faktor pendukung sehingga asuransi syariah di Indonesia mengalami perkembangan.

Asuransi syariah diyakini oleh sejumlah pakar ekonomi syariah bahwa dalam dua hingga tiga tahun mendatang akan mengalami peningkatan. Salah satunya, sebagaimana yang dikemukakan oleh administrator Asuransi Sinar Mas Martin P Lalamentik bahwa ada empat faktor yang menjadi faktor pendukung perkembangan asuransi di Indonesia khususnya asuransi syariah.

Pertama, populasi warga muslim di Indonesia ialah yang terbesar dan mencapai 80 persen atau sekitar 180 juta jiwa, yang makin hari makin meningkat pemahaman keislamannya. Sehingga mereka semakin menyadari akan pilihan memakai asuransi syariah.

Kedua, penetrasi pasar asuransi syariah ketika ini tidak hanya ditujukan pada masyarakat muslim. Bahkan, masyarakat non muslim pun juga telah banyak yang membeli produk dari asuransi syariah.

Ketiga, pertumbuhan ekonomi yang pesat menjadi salah satu faktor pendukung pasar asuransi syariah terus mengalami perkembangan. Terutama dengan meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat Indonesia yang juga telah membuat mereka sanggup membeli produk yang ditawarkan oleh sejumlah asuransi syariah.

Keempat, pertumbuhan yang terjadi dari institusi yang bekerjasama dengan asuransi syariah itu sendiri seolah-olah perbankan syariah, multifinance syariah, serta institusi syariah lainnya. Yang termasuk ke dalam institusi syariah lainnya yang dimaksud ialah Universitas Islam, distributor Travel Haji dan Umroh, Organisasi Islam, Dewan Masjid Indonesia, Sekolah Islam, Media Cetak Muslim, lembaga Amil Zakat Nasional, Partai Politik Islam, badan Wakaf, Media elektro Muslim, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Mengacu pada data yang kami peroleh dari Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) bahwa untuk kuartal I di tahun 2016, Indonesia dikala ini telah mempunyai 55 perusahaan syariah baik asuransi maupun reasuransi yang terdiri dari lima perusahaan asuransi jiwa syariah (sudah spin off), empat perusahaan asuransi umum syariah (sudah spin off), 19 unit syariah perusahaan asuransi jiwa, 24 unit syariah perusahaan asuransi umum, 3 unit syariah perusahaan reasuransi. Di mana, asetnya tercatat sejumlah Rp 28,9 triliun, dengan rincian asuransi jiwa mempunyai aset sebesar Rp 23,6 triliun serta asuransi umum dan reasuransi Rp 5,3 triliun. Sementara itu pada aspek penguasaan pasar, pada kuartal I tahun 2016, pangsa pasar asuransi syariah gres mencapai 5,79 persen terhadap total industri asuransi yang ada di Indonesia. Ini mengindikasikan bahwa prospek pangsa pasar asuransi syariah masih cukup luas.

Pada dasarnya perusahaan asuransi dalam kegiatannya, secara terbuka mengadakan penawaran atau memperlihatkan sesuatu proteksi atau perlindungan serta harapan pada masa yang akan tiba kepada individu atau kelompok-kelompok dalam masyarakat atau institusi-institusi lain, atau kemungkinan menderita kerugian lebih lanjut karena terjadinya tragedi yang tidak tertentu atau belum pasti. Di sisi lain, perusahaan asuransi juga mengatakan jaminan atas terpenuhinya pendapatan seseorang, lantaran sempurna dimana yang bersangkutan bekerja tetap terjamin kelangsungan kehidupannya. Dengan demikian mampu dikatakan bahwa eksistensi perusahaan asuransi dalam masyarakat jauh lebih bermanfaat ketimbang ketidakhadirannya.

Demikian sejumlah faktor pendukung perkembangan asuransi di Indonesia terutama keberadaan asuransi syariah. dapatkan pula info asuransi lainnya terutama menyangkut perkembangan asuransi syariah di Indonesia sampai dikala ini. biar bermanfaat!