Cara Proses Melaksanakan Ekspor Barang (Setelah Mendapatkan Lc)

Cara Proses Melakukan Ekspor Barang (Setelah Menerima LC)
Dalam hal ini sehabis eksportir mendapatkan LC dari advising bank, langkah selanjutnya yang pertama kali harus dilakukan yakni mengecek semua persyaratan yang ada di dalam LC tersebut. Pengecekan dilakukan terhadap kemampuan eskportir dalam memenuhi syarat yang ia bisa. Pada prinsipnya, LC bisa dicairkan kalau semua syarat yang ditentukan dalam LC terpenuhi. Jika eksportir menemukan adanya ketidak cocokan data, jangan terburu-buru melaksanakan ekspor barang. Eksportir harus segera memintakan perubahan persyaratan yang ada di dalam LC ke advising bank yang disebut dengan amandement. Sebelum eksportir mendapatkan commercial documentary letter of credit, terlebih dulu meneliti secara cermat semua persyaratan yang ada dalam draft LC. Jika tidak diteliti dan ternyata sudah mendapatkan commercial documentary of credit serta terjadi amandement, eksportir yang akan menanggung biaya amandement.

Jika ternyata LC tersebut tidak ada perubahan, penggalan produksi segera menyiapkan barang yang dipesan oleh importir. Langkah selanjutnya menjadi kiprah penggalan ekspor untuk melaksanakan pelaksanaan ekspor barang yang diminta oleh importir.

Setelah dilakukan pemuatan barang ke dalam peti kemas atau stuffing, penggalan produksi bersama penggalan ekspor akan menciptakan dokumen ekspor pertama berupa packing list, invoice, dan shipping instruction. Khusus mengenai packing list dan invoice, dibentuk sehabis final proses stuffing.

Packing List
Packing list adalah dokumen ekspor yang memuat isu mengenai barang yang akan diekspor ke luar negeri. isu tersebut berupa :
  1. Tulisan packing list beserta nomor packing list, 
  2. Tanggal dibuatnya packing list,
  3. Data lengkap nama eksportir dan alamatnya, 
  4. Data lengkap nama importir dan alamatnya,
  5. Data lain kalau disyaratkan dalam LC, contohnya nomor purchase order, nomor LC
  6. Description of goods (nama barang)
  7. Quantity atau jumlah barang
  8. Gross weight dan nett weight (berat kotor dan berat bersih)
  9. Measurement (ukuran dimensi dalam volume m3 atau cbm.
Invoice
Invoice adalah dokumen ekspor yang memuat data dan isu barang yang akan diekspor serta nilai barangnya dalam mata uang asing. data yang terdapat di dalam invoice di antaranya :
  1. Tulisan invoice beserta nomornya
  2. Tanggal dibuatnya invoice
  3. Data lengkap nama eksportir dan alamatnya 
  4. Data lengkap nama importir dan alamatnya
  5. Data lain kalau disyaratkan dalam LC, contohnya purchase order dan nomor LC 
  6. Description of goods (nama barang)
  7. Quantity atau jumlah barang
  8. Unit price atau harga per unit 
  9. Total amount (jumlah dari harga per unit x quality barang yang dipesan) 
Shipping Instruction (S.L)
Satu lagi dokumen ekspor yang pertama di buat selain packing list dan invoice di atas yaitu, Shipping Instruction. Akan tetapi sebab menghindari artikel yang terlalu panjang dan membosankan pembaca untuk itu akan kita lanjutkan pada artikel selanjutnya, silahkan kunjungi artikel berikut : Dasar Hukum Serta Fungsi FF (Freight Forward)